"hidup yang hampir membunuhmu"
"hidup yang hampir membunuhmu" Semesta kerap membenci-mu, membuat-mu luluh-lantah, Tak tahu menahu, di patahkan, Di jadikan semuanya seperti layaknya ilusi, Di kendalikan isi kepala yang menyurut, Menyerang habis-habisan hingga usai, Berdamai, ahh,, gampang... Ku bilang iya dengan senyum menyeringai… tak semudah itu.. Ku balas teriak dengan abai dalam isi kepala.. Ingin ku sudahi semua bentuk perlawanan.. Semua sama, tak ada yang bersuara. Tapi berangainya ku tahu, ia berteriak. Sorot matanya…. Bahasa diamnya , Ku baca semua dengan teliti.. Hingga diam-diam, dia ku bawa ke tubuh doa, Mendekap, dan mengusapnya pelan,,, Menawarkan secangkir doa yang ku yakini dia pun sudah lupa, Itu mustahil, katanya sehabis meneguk beberapa kali, Menepuk bahunya pelan, Mengusap helai rambutnya.. Jangan lupa, kamu punya Dia , Dia yang mempunyai segalanya.. Yang sedia ada memelukmu kapan pun, Jangan takut, ini hanya seberapa…. Besok-besok biar ku baw...