"ku ceritakan lagi tentang sunyi"
Aku memilih-nya dalam diam,
terlalu naif untuk bisa ku rengkuh,
ku habisi sekelopak,
hingga menyurutnya habis,
habis tak tersisa,
terbabat habis tanpa tau gaung gemah tangis berdarah...
sedikit saja, ku ingin usai,
menyepi pada peraduan mati yg tak terkira,
menyeruput habis kopi secangkir,
hingga bercangkir-cangkir,
ku ceritakan lagi tentang sunyi..
lambat laun membuatnya hidup,
lagi lagi dan lagi..
kamu berhasil,
kataku di depan gubuk kaca.
menunjuknya marah,
dengan kerut muka sendu...
kamu terlalu berpura-pura lanjutku dengan tawa berhujung tangis,
kamu terlalu berpura-pura, lanjutku lagi dan lagi,
kamu terlalu berpura-pura,
sekali lagi sembari melemparnya dengan cangkir tak berisi.
retak. patah. usai,,,
bukannya itu yg kau minta wahai puan..
sudahi pura-puramu,
orang-orang tak berhak tahu,
apa dan kenapa di balik gubuk kaca itu,
Dunia tak memberimu celah,
memangnya siapa kamu,?
yang harus kamu tahu sekali lagi,
Dunia tak berhak tahu,
juga dunia tak ada yg peduli,
Cukup sekian...
sampai bertemu di gubuk kaca yg lain.
Sk
.jpg)
Komentar
Posting Komentar