Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

"DEAR LOVE"

Gambar
"DEAR LOVE".. Lelahmu begitu besar untukku, Tak terhitung seberapa besar pengorbananmu untukku, Cintamu luar biasa yg tak akan mungkin ku gapai, Kasihmu suci, tulus dan tak ternoda, Cintamu indah, damai nan merkah, Senyumanmu  indah, Rambut hitam lebatmu menjadi panaroma yang eksotis dalam kerangka imajinasiku, Ku langkahkan kaki disini hanya karenamu, Semangatmu, pengorbananmu dan perjuanganmu, Semuanya ku jadikan penopang dalam langkahku, Aku lemah, tapi karenamu aku kuat. Aku lelah, tapi karenamu aku bangkit, Senyum tulusmu  terlalu jauh ku pandangi, Suara manismu sudah jarang aku dengarkan, Jarak memenjarahkan kita dengan begitu jauh, Tapi semua itu lebih membuatku bersemangat menuaikan langkahku disini, Di kota tempat aku belajar mandiri tanpamu, Inginku secepatnya mengembalikan senyummu yang telah lama hilang, Inginku mengembalikan jarak yang telah lamah menjauh, Perjuanganmu melawan kej...

"HANYALAH PATAHAN YANG TERBUANG"

Gambar
"HANYALAH PATAHAN YANG TERBUANG" Ku biarkan perlahan kesendirian itu datang menemuiku, Manatapku seolah memintaku berdamai, Menatapku seolah memintaku kembali, Kembali menyematkan cerita yang seharusnya sudah tak lagi bertuan, Kembali menumbuhkan lagi harap-harap yang sempat termohon, Seakan ada celah untuk membuatnya kembali terisi, Seakan terbius oleh tatap yang begitu pias, Menyedihkan.... Ku harap untuk menolak, Namun hati kembali tak tahu bagaimana cara untuk tak lagi jatuh, Seolah menyetujui dan kembali memilih, Memilih untuk terus mengijinkan, Memilih untuk terus berdamai, Ahh, ku pikir ini hal yang bodoh... Membiarkannya menelungkup masuk pada baris yg kosong, Dan kemudian memulai ceritanya, Seakan celahnya terlalu bersahabat untuk menerima lalu merangkai, Membuat jemari seakan terus menari tanpa henti, Baris pertama hingga baris kedua lalu selanjutnya, Jemari terus menari ber...

ILUSI SEBUAH HATI

Gambar
SandraKalista.blogspot.com ILUSI SEBUAH HATI. Kepingan-kepingan rindu yang tak lagi utuh, Patahan-patahan mulai retak dan tak lagi tahu cara untuk kembali, Pulang tidak lagi menjadi sebuah kata bermakna, Kembali sudah tak lagi menjadi kalimat perintah, Keadaannya berbeda,,, Kondisinya layuh,,, Tak ada yang lebih baik dari sebuah senyum yang memilih pudar, Tak ada yang lebih baik dari sebuah tawa yang kemudian membisu, Tak ada yang lebih baik dari ceria yang kemudian memilih menutup diri, Semuanya tak lagi sama, Hancur, melebur bersama larah... Retak, berderai bersama luka... Patah, terbelah dan tak lagi menyatu... Memilih menjauh namun hati tetap tak bisa jauh, Memilih terdiam tapi rindu tetap merontah, Memilih abai namun peduli selalu hinggap, Berlalu , hanya menjadi kata pelengkap ego, Pergi   hanya menjadi kata saat hati lelah berkata, Menjauh hanya menjadi langkah mencari penengah, Terlepas dari itu, mata selalu memandang ...