"HANYALAH PATAHAN YANG TERBUANG"
"HANYALAH PATAHAN YANG TERBUANG"
Ku biarkan perlahan
kesendirian itu datang menemuiku,
Manatapku seolah
memintaku berdamai,
Menatapku seolah
memintaku kembali,
Kembali menyematkan
cerita yang seharusnya sudah tak lagi bertuan,
Kembali menumbuhkan
lagi harap-harap yang sempat termohon,
Seakan ada celah untuk
membuatnya kembali terisi,
Seakan terbius oleh
tatap yang begitu pias,
Menyedihkan....
Ku harap untuk menolak,
Namun hati kembali tak
tahu bagaimana cara untuk tak lagi jatuh,
Seolah menyetujui dan
kembali memilih,
Memilih untuk terus mengijinkan,
Memilih untuk terus
berdamai,
Ahh, ku pikir ini hal
yang bodoh...
Membiarkannya menelungkup
masuk pada baris yg kosong,
Dan kemudian memulai
ceritanya,
Seakan celahnya terlalu
bersahabat untuk menerima lalu merangkai,
Membuat jemari seakan
terus menari tanpa henti,
Baris pertama hingga
baris kedua lalu selanjutnya,
Jemari terus menari
bersama angan, bersama harap,
Jemari terus menari
bersama tawa, bersama canda,
Berlaku seolah tak tahu
lagi bagaimana cara menciptakan skenario sedih dalam cerita kali ini,
Berlaku seolah tak ada
yang pernah patah dari hati-hati sebelumnya,
Berlaku seolah kali ini
benar-benar murni cerita baru yang dimulai,
Menyedihkan,...
Angin perlahan
berhembus melewati tirai kaca jendela yg sedikit dibukakan,
Rintik hujan pun seakan
tak di hiraukan olehnya,
Ceritanya kali ini
benar-benar membuatnya lupa,
Ia lupa, kalau pernah
ada hati yang membuat ceritanya terputus sebelum skenario itu
berakhir,
Ia lupa, kalau pernah
ada cerita yang tergores dan membawa sembilu karena sosok yang sama,
Sadarlah,
Ceritamu sudah berbeda
sekarang.
kamu hanyalah patahan yang terbuang.
November 18, 2019
Sandra kalista

🌹💚
BalasHapus