p h o s i t r o n 17
PHOSITRON 17
Sejenak setelah ku lisankan nama itu,
apa yang sebenarnya terbesit dalam ruang
isi kepalahmu,
sekedar nama-kah, ataukah sebuah kata
pintas yang sembari lewat menemani harimu,
ataukah buatmu ia menjadi rumah yang kau
rinduhkan untuk pulang lagi dan lagi,,,
ku rassa aku
benar, iya … ku rasa kamu ada di point ketiga,
menjadi rumah
yang kau rinduhkan untuk pulang lagi dan lagi,
ku harap ruang
isi kepalahmu sama dengan ruang isi kepalaku,
yang menjadikan
sebuah nama untuk pulang sebagai rumah.
Kamu, kamu dan
kita menjadi satu dalam jiwa phositron,
Kita tak memiliki ragahnya tapi kita
punya jiwanya,
Kita tak memiliki segalah yg bisa kita
gunakan untuk mengagungkan namanya,
Tapi kita punya cinta yang tulus untuk
mejadikannya rumah ternyaman.
berawal bagai
debuh yang tak tahu arah menujuh jalan pulang,
Kita akhirnya
menemui kata pulang pada sebuah nama, melalui
8 isi kepalah yang berhasil menemui rumah untuk kita yaitu phositron.
Berawal dari
hukuman sangsi-an dan lelah kita akhirnya bisa kembali menujuh tenang tawa dan
bahagia di bawah naungan phositron.
phositron
menjadi awal cerita untuk puluhan isi kepalah hingga ratusan pasang mata
memulai kisah baru yang bertemahkan fisika dan perubahan.
Iya
perubahan , perubahan yang di sematkan
dalam slogan physics on progress to be revolution sebagai kepanjangan dari nama
kita, nama kita semua . PHOSITRON 17.
Semenjak penghujung 2017 kemarin, phositron menjadi
saksi bisu perjalanan setiap kita selama menetap bahkan untuk mereka yang memilih
pergi dari fisika. Entah karena berat,
entah karena takdir, atau apapun itu. tapi mereka tetap satu bersama kita dalam
jiwa phositron.
Kita
adalah satu, kita berdiri pada satu kaki, kita berada di bawah naungan satu
atap yaitu Phositron, dan kita tak akan pernah berakhir. Takan pernah sampai
kapan pun.
Phositron
sudah menjadi pondasi yang kuat untuk kita selama 3 tahun ini,
Phositron
sudah menjadi tameng yang kuat kalah
cobaan dan cacian dari pasang mata yang tak sepandang memandang kita,
Phositron
menjadi penghibur terbaik saat bulir-bulir airmata jatuh dan tak berkesudahan,
Phositron
menjadi pelindung terkuat dan akan selalu menjadi pelindung terkuat serta rumah
ternyaman.
Phositron
akan selalu menjadi yang terbaik untuk kita. Always and still.
Maaf
dan terima kasih, untukmu sebuah nama yang menjadikan kami bermakna sampai
detik ini.
Maaf
dan terima kasih , untukmu sebuah wadah yang menjadikan kami ada sampai saat
ini.
Maaf
dan terima kasih untuk setiap keegoisan kami yang kadang membawamu dalam
perdebatan-perdebatan kecil.
Maaf
dan terima kasih belum bisa memberikan yang terbaik untukmu.
Kelak
jika kita sudah mendapatkan jalan hidup kita masing-masing ,
jangan pernah melupakan kita yang bernah
berada di sini di bawah naungan phositron.
Jangan
pernah lupakan kita yang pernah makan sambil menangis.
Jangan
pernah lupakan kita yang pernah merasakan nikmatnya makan tanpa lauk,
Jangan
pernah lupakan kalau kita pernah membiarkan pos kita kosong,
Jangan
pernah melupakan kita yang pernah mengklaim kalau kita adalah anak sultan.
Jangan
pernah melupakan apa yang pernah kita rasakan bersama dalam rumah kita.
Rumah
phositron 17.
Phositron
17 always and still be missed...
Selamat
memasuki angkah ke-3.
Mekar
dan tumbuhlah terus menjadi yang terbaik.
Kupang,
31 oktober 2020.
SK
♥️♥️♥️
BalasHapus❤️💐
BalasHapus😣😣😣
BalasHapus