"hidup yang hampir membunuhmu"
"hidup yang hampir membunuhmu"
Semesta kerap membenci-mu, membuat-mu luluh-lantah,
Tak tahu menahu, di
patahkan,
Di jadikan semuanya
seperti layaknya ilusi,
Di kendalikan isi
kepala yang menyurut,
Menyerang habis-habisan
hingga usai,
Berdamai, ahh,,
gampang...
Ku bilang iya dengan
senyum menyeringai… tak semudah itu..
Ku balas teriak dengan
abai dalam isi kepala..
Ingin ku sudahi semua
bentuk perlawanan..
Semua sama, tak ada yang
bersuara.
Tapi berangainya ku
tahu, ia berteriak.
Sorot matanya…. Bahasa diamnya ,
Ku baca semua dengan teliti..
Hingga diam-diam, dia ku bawa ke tubuh doa,
Mendekap, dan mengusapnya pelan,,,
Menawarkan secangkir doa yang ku yakini dia pun sudah lupa,
Itu mustahil, katanya sehabis meneguk beberapa kali,
Menepuk bahunya pelan,
Mengusap helai rambutnya..
Jangan lupa, kamu punya Dia , Dia yang mempunyai
segalanya..
Yang sedia ada memelukmu kapan pun,
Jangan takut, ini hanya seberapa….
Besok-besok biar ku bawakan lagi,
Dan kita bercerita lagi tentang hidup yang hampir
membunuhmu..
Dan kita bercerita lagi tentang Dia yang mendekapmu..
Selamat Rehat untuk isi kepalamu..
Sk

Wah,, Keren Kak Kalista,, memiliki makna yg mendalam 🙃
BalasHapusterima kasih nona furtu💚💚💚💚
Hapus